Saturday, 23 November 2019

Yerebatan Sarnıcı Wisata Bawah Tanah di Turki


Yerebatan Sarnıcı atau Basilica Cistern adalah waduk bawah tanah terbesar diantara lebih dari 60 waduk yang ada di Istanbul atau biasa disebut juga dengan tempat penampungan air yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Romawi Periode Bizantium, yaitu Kaisar Justinianus.

Pada masa itu persediaan air disuplai dari sungai maupun sumber air yang berasal dari hutan Belgrade, 25 km utara kota Istanbul. 

Namun, selama masa peperangan dimana tentara musuh seringkali merusak saluran air maupun meracuni sumber air, maka dibangunlah waduk-waduk besar yang digunakan sebagai tempat penyimpanan air masa itu.

Basilica Cistern didirikan atas perintah Kaisar Konstantin dan diperluas pada masa Justinianus. Sebelum diubah menjadi tempat cadangan air bersih untuk istana, waduk yang yang dulunya berfungsi sebagai tempat pertemuan dan pusat kesenian, dan sekarang menjadi tempat wisata menarik untuk kita kunjungi.


Yerebatan Sarnıcı dibangun hanya dalam waktu beberapa bulan, pada tahun 532. Dimanfaatkan sebagai waduk penyimpanan air yang di supley dari hutan Belgrade dan disalurkan melalui Valens Aquaduct (saluran air Valens). 

Waduk ini digunakan hingga abad ke-16. Namun tempat itu masih belum layak dikunjungi selama puluhan tahun berikutnya karena dipenuhi sampah, mayat, dan lumpur. 

Kemudian waduk ini sempat digunakan kembali selama Periode Ottoman dan diperbaiki pada pertengahan abad ke-19.  

Kolom berukir kepala Medusa yang menyangga salah satupilar di Basilica Cistern.


Kolom berukir kelapa Mendusa ini ada karena pada masa itu ada perombakan yang diperintahkam oleh Justinianus memerintahkan perombakan Basilica Cistern menjadi tempat penyimpanan air untuk istana dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. 

Pada saat perombakan tersebut, beberapa tiang kepala Mendusa secara tidak sengaja dipasang terbalik. Harusnya kepala diatas tetapi hasil yang terlihat sekarang kepala Mendusa dibawah dan terbalik. 

Namun,  kepala Mendusa ini juga menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang dari berbagai negara.


Saat sedang berada didalam waduk Basilica Cisten tersebut, anda akan merasa seperti sedang berada di dalam sebuah kerajaan Ottoman.

Bagaimana tidak, bangunan sejarah yang sudah menjadi tempat wisata di Istanbul dipasang lampu-lampu sebagai penerang jalan lengkap dengan musik klasik yang membuat susasana semakin mistis, mengaung menemani turis berjalan diantara dinding-dindingnya mengagumi keindahan bangunan bawah tanah peninggalan Romawi.

Dilansir Smithsonian, Basilica Cistern ditemukan kembali oleh sejarawan Petrus Gyllius pada tahun 1545 ketika Istanbul masih menjadi bagian dari Konstantinopel. 

Setelah upaya pembersihan pada tahun 1980-an, kini Basilica Cistern menjadi salah satu objek wisata sejarah terbaik di Istanbul.

Yerebatan Sarnıcı atau Basilica Cistern lebarnya 70 m dan panjangnya 140 m, memiliki tiang beton khas Romawi berjumlah 336, yang ditempatkan setiap 4 m. Kapasitas total penyimpanan waduk ini mencapai 80.000m3 dengan ketinggian air 8 m, dan luas area sekitar 10.000m2.

Melihat secara langsung pasti banyak hal baru yang akan anda dapatkan. Sebab itu,  jika anda berkunjung ke Aya Sofya Istanbul, Turki. Tidak rugi juga jika berkunjung kesini juga. 

Mengingat lokasinya dekat dengan Aya Sofya, otomatis kocek yang akan anda kaluarkan tidak terlalu banyak. 

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon