TANGGAL satu Juni 2019, terhitung dari siang planing kami untuk mengadakan rapat mengenai berbuka bersama (bukber) di tempat bersejarah di Turki.
Sebenarnya rencana ini sudah lama direncanakan, namun baru malam itu terealisasi.
Dengan tema Rindu Indonesia, kami bergerak memakai baju ala ala Indonesia dan membawa makan malam yang sudah kita siapkan untuk berbuka nanti.
Saya dan teman-teman berbuka puasa di Masjid Sultah Fatih Mehmed. Yaitu objek peninggalan sejarah yang paling populer di Turki.
Perjalanan yang kami tempuh sangat seru, pergi menggunakan Metro (kereta api bawah tanah). Kemudian dilanjutkan dengan Bus biasa.
Sampainya di lokasi tujuan yaitu Masjid Sultan Fatih Mehmed, kami terhipnotis dengan pemandangan sore yang begitu indah untuk di jebret.
Suasana menanti waktu berbuka puasa pun tampak disana. Bagaimana tidak, yang datang disana tidak hanya kaum remaja saja melainkan anak-anak, ibu, bapak lengkap dengan keluarganya datang, duduk sambil bersantai ditaman.
Dengan sehelai tikar yang direntangkan ditanah, serta menu bukaan yang sebelumnya sudah dipersiapkan dirumah.
Kami pun sama, duduk beralaskan tikar yang saat itu sarung sebagai gantinya. Menu bukaan kami siapkan ditengah-tengah tempat duduk kami.
Kemudian beberapa menit sebelum tiba waktu berbuka puasa, saya memanfaatkan waktu untuk mengambil video dokumenter dalam variasi vlog yang dapat anda lihat di akun youtube pribadi saya https://www.youtube.com/channel/UC0QKh4SiKkdlEjr_B7Gt1Rg (Dhiya Urahman).
Kami terlihat bahagia. Namun, ada rindu yang tersirat buat Keluarga di Indonesia. Rindu ingin bersama-sama saat lebaran tiba.
Biasanya beberapa hari sebelum lebaran di Indonesia. Kita mempersiapkan baik itu pakaian dan makanan yang nantinya akan digunakan hari Lebaran.
Tapi di Turki tidak ada, tidak ada Ketupat, lemaung, dan beberapa makanan khas daerah Aceh lainnya.
Disini hanya begitu saja....
Lebaran, shalat i'd dan pulang. Simple tapi saya merasa sangat hambar.
Mungkin terasa hambar karena bersama teman baru dan lingkungan baru. Jadi kebersamaan masih canggung dirasa.
Tapi, kebersamaan tidak selamanya ada. Kadang ada waktu dimana kita diuji dengan keterbatasan jarak.
Saya yakin, dibalik perpisahan ini akan dipertemukan dengan orang-orang yang selalu mensuport kami ketika jatuh.

EmoticonEmoticon